Banyak yang membicarakan tentang resolusi di awal tahun. Ada yang bilang menikah muda, sukses di karir, dapet pacar dan lain lain. Yah, itulah yang memotivasi diri masing masing individu untuk tetap menunjukkan bahwa setiap individu adalah subjek, eksis. Dari sebuah resolusi hmm atau kalau saya menyebutnya sebuah motivasi sepanjang tahun, saya memiliki satu tujuan yang jelas dan bisa lebih fokus dalam hal yang benar- benar saya inginkan.
Tahun ini saya punya motivasi, sebelumnya saya berkaca pada apa yang saya hadapi tahun 2010 kemaren. Saya merasakan banyak perubahan yang membuat hidup saya agak kacau karena proses adaptasi yang menurut saya sulit. Banyak pelajaran baru yang saya dapat antara lain adalah saya lepas dari sekolah homogen yang membuat saya sedikit sulit mengambil sikap jika berbaur dengan lingkungan heterogen, arogansi SMA yang membanggakan ketika bisa berkumpul dan berbagi dengan banyak teman, dan saya baru tahu bahwa Dunia memang sanagat LUAS! Saya tidak mungkin terus statis, setiap detik pun kita adalah manusia yang dinamis.
Biasanya anak SMA yang baru masuk kuliah kemudian seperti macan yang baru keluar kandang. Hmmmmm dan saya merasakan itu :P
Permasalahan yang dihadapi adalah, Diri Sendiri! Hal terberat yang awalnya saya takutkan. 2010 adalah tahun saya bingung untuk mengambil keputusan, bingung untuk berbicara dengan orang lain, dan arogansi SMA yang ternyata hanya menunjukan bahwa saya belum ada apa apanya.
Satu tahun adalah waktu yang cukup lama untuk bergelut dengan diri saya sendiri. Mengambil keputusan bukanlah hal yang mudah, mencoba untuk berkarya.
Dan tahun ini saya akan mencoba berkarya, supaya jadi berkat untuk orang lain :)
Jumat, 04 Februari 2011
Selasa, 20 Juli 2010
sebentar datang di bawah bantal
Saya tidak begitu mengerti tentang apa yang disebut masa lalu. Yang jelas,masa lalu memiliki memori tersendiri, apalagi tentang yang sangat berkesan sampai yang mengkhawatirkan. Kepercayaan terhadap situasi dan diri orang lain,justru malah berawal dari sebuah kejujuran. Tapi di sisi lain, hal itu juga bisa sangat mengkhawatirkan.Ketika sebuah pengakuan yang jujur (mungkin),menjadi sebuah jembatan dalam kepercayaan saya, saya terkadang merasa takut dan tidak siap dalam menghadapi sesuatu yang saya tidak tahu akan terjadi bagaimana.
Semalam saya bergelut dengan mimpi,yang saya tidak tahu apakah itu suatu tumpukan ketakutan yang berkepanjangan atau hanya sebuah bunga tidur yang asli bungatidur. Saya tidak tahu. Ah hanya mimpi,saya mencoba ngleremke. Tapi toh saya tetap takut. Ada apa ini? Jangan-jangan kesalahan bukan dari mimpi,atau kehadiran orang lain,tapi malah dari saya sndiri?
Sepertinya iya!
Takut. Sepertinya sering terdengar sepele dan banyak dikatakan atau dirasakan. Tapi sebenarnya apakah akar dari takut itu?Asumsi yang kadang tidak sesuai dengan kenyataannya menjadi sangat sensitif terhadap diri kita dalam menghadapi sesuatu.Masa lalu baik yang kita alami maupun dari gambaran yang kita tangkap dari komunikasi verbal,membuat saya takut kadang-kadang. Padahal,belum tentu gambaran aslinya seperti yang ada dalam pikiran saya.
Wah,tapi mimpi semalam memang membuat saya takut menghadapi realita.What should I do?Saya lanjut berdoa dan tetap tidur untuk menghadapi hari esok yang lebih penting dari sebuah mimpi semalam. :)
Semalam saya bergelut dengan mimpi,yang saya tidak tahu apakah itu suatu tumpukan ketakutan yang berkepanjangan atau hanya sebuah bunga tidur yang asli bungatidur. Saya tidak tahu. Ah hanya mimpi,saya mencoba ngleremke. Tapi toh saya tetap takut. Ada apa ini? Jangan-jangan kesalahan bukan dari mimpi,atau kehadiran orang lain,tapi malah dari saya sndiri?
Sepertinya iya!
Takut. Sepertinya sering terdengar sepele dan banyak dikatakan atau dirasakan. Tapi sebenarnya apakah akar dari takut itu?Asumsi yang kadang tidak sesuai dengan kenyataannya menjadi sangat sensitif terhadap diri kita dalam menghadapi sesuatu.Masa lalu baik yang kita alami maupun dari gambaran yang kita tangkap dari komunikasi verbal,membuat saya takut kadang-kadang. Padahal,belum tentu gambaran aslinya seperti yang ada dalam pikiran saya.
Wah,tapi mimpi semalam memang membuat saya takut menghadapi realita.What should I do?Saya lanjut berdoa dan tetap tidur untuk menghadapi hari esok yang lebih penting dari sebuah mimpi semalam. :)
Selasa, 13 Juli 2010
perjalanan katanya.
Saya lebih mengenal kata perjalanan sebagai travelling atau bermain ke suatu tempat. Itu adalah jawaban ketika ditanya oleh seseorang waktu SMA dulu. Baru-baru ini saya sedang mencari apa sebenarnya perjalanan itu.Yang juga sebagai travelling,tapi punya inti.
Saya mengambil cerita cerita lama saya sebagai sebuah perjalanan sampai pada titik saya sekarang ini. Titik usia yang masih bertitik-titik lagi(amin). Ketika secangkir teh di depan teras dengan cahaya senja di hadapan saya,peristiwa-peristiwa yang saya lalui ada di layer mata saya.Woow! Ternyata saya sudah sampai di umur 19 dengan cerita-cerita yang merangkai nafas saya tiap hari.
Perjalanan setiap orang berbeda-beda. Jalannya unik-unik.Dan setiap cerita punya makna. Tidak ada kata sepele. Semuanya punya lagu.
Perjalanan adalah belajar. Ada banyak pelajaran yang membentuk setiap sendi hidup.Kesadaran adalah sesuatu yang simple namun juga rumit,dan kesadaran dalam setiap perjalanan membuat diri kita lebih ceriaa :)
Selamat menikmati :D
Saya mengambil cerita cerita lama saya sebagai sebuah perjalanan sampai pada titik saya sekarang ini. Titik usia yang masih bertitik-titik lagi(amin). Ketika secangkir teh di depan teras dengan cahaya senja di hadapan saya,peristiwa-peristiwa yang saya lalui ada di layer mata saya.Woow! Ternyata saya sudah sampai di umur 19 dengan cerita-cerita yang merangkai nafas saya tiap hari.
Perjalanan setiap orang berbeda-beda. Jalannya unik-unik.Dan setiap cerita punya makna. Tidak ada kata sepele. Semuanya punya lagu.
Perjalanan adalah belajar. Ada banyak pelajaran yang membentuk setiap sendi hidup.Kesadaran adalah sesuatu yang simple namun juga rumit,dan kesadaran dalam setiap perjalanan membuat diri kita lebih ceriaa :)
Selamat menikmati :D
Langganan:
Postingan (Atom)